
BUKITTINGGI – Universitas Fort De Kock (UFDK) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Kali ini, Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat (Kesmas) UFDK menjalani proses Asesmen Lapangan dalam rangka akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes). Kegiatan yang krusial bagi masa depan akademik prodi ini berlangsung khidmat di lingkungan Kampus Universitas Fort De Kock selama empat hari, terhitung sejak tanggal 8 hingga 11 April 2026.
Kegiatan asesmen lapangan ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Fort De Kock, Prof. Dr. Hj. Evi Hasnita, S.Pd, Ns. M.Kes. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa proses akreditasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan momentum penting untuk mengevaluasi sejauh mana standar kualitas pendidikan telah dijalankan. Beliau juga memberikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras mempersiapkan segala instrumen penilaian demi hasil yang optimal.


Hadir sebagai tim penilai, LAM-PTKes menugaskan dua asesor pakar yang memiliki kredibilitas tinggi di bidang kesehatan masyarakat, yaitu Dr. Fauzie Rahman, SKM, MPH dan Dr. Linda Suwarni, SKM, M.Kes. Kehadiran kedua asesor ini disambut hangat oleh pimpinan universitas dan fakultas. Selama masa asesmen, tim asesor melakukan verifikasi data yang terdiri dari 8 Kriteria: Visi Misi, Kurikulum, Penilaian, Kemahasiswaan, SDM, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sarana Prasarana, Penjaminan mutu, serta Tata Kelola. Wawancara dilakukan dengan pemangku kepentingan, serta meninjau langsung fasilitas pendukung pembelajaran yang ada di kampus UFDK.
Fokus utama dalam asesmen ini meliputi berbagai aspek, mulai dari visi-misi, tata kelola, kemahasiswaan, sumber daya manusia, hingga sarana prasarana dan capaian tridarma perguruan tinggi. Tim asesor bekerja secara detail untuk memastikan bahwa proses pendidikan di Prodi S1 Kesehatan Masyarakat UFDK telah memenuhi, bahkan melampaui standar nasional yang ditetapkan. Diskusi yang konstruktif antara asesor dan pengelola prodi menjadi warna utama dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Pada akreditasi periode ini, Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Fort De Kock memiliki target tinggi, yakni meraih Predikat Unggul. Target ini dinilai realistis mengingat berbagai prestasi, inovasi riset, dan pengabdian masyarakat yang telah dihasilkan oleh prodi tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, dukungan fasilitas laboratorium yang modern dan kerja sama lintas sektor juga menjadi modal kuat bagi prodi ini untuk naik kelas ke level tertinggi.


Pihak universitas berharap, hasil dari asesmen lapangan ini dapat mencerminkan kualitas nyata yang telah dibangun selama ini. Predikat Unggul nantinya diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan internal, tetapi juga memberikan jaminan kualitas bagi masyarakat dan calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di bidang kesehatan masyarakat. Kepercayaan publik dinilai sebagai aset berharga yang harus terus dijaga melalui pembuktian kualitas akademik yang mumpuni.
Sebagai penutup, rangkaian akreditasi ini merupakan bagian dari langkah strategis Universitas Fort De Kock untuk terus bertransformasi. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, UFDK mempertegas komitmennya untuk menjadi Universitas Rujukan di Sumatera Barat. Melalui prodi-prodi yang terakreditasi Unggul, UFDK siap mencetak tenaga kesehatan yang profesional, kompetitif, dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan nasional.





Leave a Reply