BUKITTINGGI – Universitas Fort De Kock Bukittinggi kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Kali ini, empat tim inovasi yang terdiri dari dosen dan mahasiswa berhasil meraih penghargaan dalam ajang International Vocational Innovative Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Kolej Vokasional Sungai Petani 2, Malaysia. Dalam kompetisi tersebut, delegasi Universitas Fort De Kock berhasil membawa pulang tiga penghargaan Gold Award dan satu Silver Award.
Prestasi Gold Award pertama diraih oleh tim Student-Managed Culinary Business Laboratory (SMCBL) melalui inovasi ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan pengelolaan bisnis kuliner oleh mahasiswa dengan pendidikan kewirausahaan berbasis Outcome-Based Education (OBE). Tim ini terdiri dari Yosi Hana Fibri selaku dosen S1 Pariwisata, bersama mahasiswa Nadya Erika Putri, Adzraa' Qalbina Muqsith, dan Shinta Rachmadani. Inovasi tersebut menghadirkan pengalaman pembelajaran kewirausahaan secara langsung melalui praktik pengelolaan bisnis kuliner.
Penghargaan Gold Award berikutnya diraih oleh tim DADIBITE melalui inovasi pangan fungsional berupa camilan berbahan dasar dadiah, kentang merah, ayam, brokoli, dan wortel. Produk ini dikembangkan sebagai salah satu upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan anak. Tim DADIBITE terdiri dari Loly Novita Winas, S.Gz., MKM selaku dosen S1 Kesehatan Masyarakat, bersama Silvia Winas, Intan Lavaju Savitri, Nikita Putri Casya, dan Muhamad Rizky Setiawan dari berbagai program studi di Universitas Fort De Kock.
Selanjutnya, tim SHELL’S CHIPS juga berhasil memperoleh Gold Award melalui inovasi produk camilan yang mengangkat potensi bahan pangan lokal menjadi produk kreatif dan bernilai. Tim ini diketuai oleh Rahmi Sari Kasoema, S.Psi., M.Kes. selaku dosen S1 Psikologi, bersama mahasiswa Intan Putri Aulia dari S1 Bisnis Digital, Adilla Agustin Putri dari S1 Kewirausahaan, serta Wulandia Elvina dan Cantika Salsabilla dari S1 Kebidanan. Inovasi tersebut menjadi wujud kreativitas dalam mengembangkan potensi pangan lokal melalui pendekatan kewirausahaan.
Sementara itu, penghargaan Silver Award berhasil diraih oleh tim DKV Healing Deck melalui proyek bertajuk “DKV Healing Deck – Visual Micro-Intervention for Student Anxiety”. Inovasi ini menggabungkan pendekatan desain komunikasi visual dengan kepedulian terhadap kesejahteraan mahasiswa melalui media visual sebagai bentuk intervensi sederhana untuk membantu menghadapi kecemasan. Tim ini terdiri dari Melisa Putriadi, S.Ds., M.Sn. selaku dosen S1 Desain Komunikasi Visual, Fitri Yanti, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku dosen S1 Psikologi, serta Shandi Tri Safitra, Sabna Ramadani, dan Yulia Afrian sebagai mahasiswa.
Keberhasilan keempat tim tersebut menunjukkan keberagaman bidang inovasi yang dikembangkan di lingkungan Universitas Fort De Kock, mulai dari pendidikan kewirausahaan, inovasi pangan fungsional, pengembangan produk berbasis potensi lokal, hingga desain komunikasi visual. Pencapaian ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas, kolaborasi, serta kontribusi dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan.
Ajang International Vocational Innovative Competition 2026 yang berlangsung pada 10 Agustus hingga 13 Oktober 2026 ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memperkenalkan hasil inovasi dan karya kepada lingkup internasional. Raihan tiga Gold Award dan satu Silver Award menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Universitas Fort De Kock sekaligus memperlihatkan semangat sivitas akademika dalam mengembangkan potensi, kompetensi, dan daya saing melalui inovasi.
Universitas Fort De Kock menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh dosen serta mahasiswa yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut. Diharapkan prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya, mengembangkan penelitian dan inovasi, serta menghadirkan solusi kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Keberhasilan ini sekaligus menjadi langkah positif dalam memperkuat kiprah Universitas Fort De Kock di tingkat nasional maupun internasional.