Bukittinggi, 14 Agustus 2026 — Universitas Fort De Kock (UFDK) Bukittinggi bersama Putra Hospital Melaka resmi melaksanakan Grand Launching Pusat Kolaborasi Medis sebagai langkah strategis dalam memperkuat kerja sama di bidang kesehatan dan pendidikan antara Indonesia dan Malaysia.

Kegiatan yang berlangsung di Universitas Fort De Kock Bukittinggi pada Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 11.00 WIB tersebut menjadi momentum penting bagi kedua institusi dalam membangun kolaborasi medis yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan, pelayanan kesehatan, penelitian, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor Universitas Fort De Kock, Prof. Dr. Hj. Evi Hasnita, S.Pd., Ns., M.Kes., Ketua Yayasan Fort De Kock, H. Windasnofil, SKM., MM., Pembina Yayasan, Drs. H. Zainal Abidin, MM., jajaran pimpinan, serta civitas akademika Universitas Fort De Kock. Kehadiran jajaran pimpinan dan civitas akademika UFDK menjadi bentuk dukungan terhadap terwujudnya kolaborasi internasional yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Grand launching diawali dengan sambutan dari Mohd Zahiruddin Bin Datuk Seri Ahmad, CEO Putra Hospital Melaka. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam mendukung pengembangan sektor kesehatan serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi antara Universitas Fort De Kock dengan Putra Hospital Melaka. Kolaborasi tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat hubungan kerja sama di bidang kesehatan sekaligus membuka peluang pengembangan jejaring internasional bagi kedua institusi.

Gubernur Sumatera Barat juga berharap kolaborasi medis antara Universitas Fort De Kock dan Putra Hospital Melaka dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil terbaik bagi kedua institusi maupun masyarakat. Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dikembangkan melalui berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan.

Puncak kegiatan ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol resmi Grand Launching Pusat Kolaborasi Medis Universitas Fort De Kock dengan Putra Hospital Melaka. Pemotongan pita dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama CEO Putra Hospital Melaka, Mohd Zahiruddin Bin Datuk Seri Ahmad.

Peresmian Pusat Kolaborasi Medis ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Fort De Kock dalam memperluas jejaring kerja sama internasional dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung kemajuan pendidikan serta pelayanan kesehatan.

Melalui kolaborasi bersama Putra Hospital Melaka, Universitas Fort De Kock optimistis dapat menghadirkan berbagai peluang baru dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan kompetensi tenaga kesehatan, dan pelayanan medis, sekaligus mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia.